benner website dpw ldii
img 7525

Usai 3 Hari Belajar, Peserta Jurnalistik LDII Bengkulu Langsung Berburu Berita

BENGKULU – Tiga hari belajar teori jurnalistik belum cukup. Sejumlah peserta Pelatihan Jurnalistik yang digelar DPW LDII Kota Bengkulu langsung turun ke lapangan untuk menguji kemampuan mereka sebagai reporter.

Senin (8/9/2026), para peserta menjalani liputan perdana di peternakan itik milik Mujadi, kawasan Bentiring Permai, Kecamatan Muara Bangka Hulu, Kota Bengkulu.

Bagi sebagian peserta, ini menjadi pengalaman pertama memegang peran sebagai reporter di lapangan. Mereka tidak hanya dituntut mampu menulis, tetapi juga harus berani bertanya, menggali informasi, mengamati situasi, dan menemukan fakta yang menarik untuk diangkat menjadi berita.

img 7518

Sebelum berangkat, peserta terlebih dahulu mendapat briefing pada malam sebelumnya. Mereka diarahkan melakukan riset mengenai objek liputan dan menyiapkan sejumlah pertanyaan untuk narasumber.

“Malam hari sebelum liputan langsung kami di-briefing terlebih dahulu, sehingga kami siap terjun ke lapangan,” kata Elfina, salah seorang peserta.

Sesampainya di lokasi, peserta langsung menjalankan tugas. Mereka mengamati aktivitas peternakan sekaligus menggali informasi dari Mujadi mengenai usaha peternakan itik yang dijalankannya.

Proses liputan tersebut didampingi langsung oleh pemateri pelatihan, yakni Rulli Kuswahyudi, Eko Mugianto, Faqihu Soleh, dan Dimas Bimo Darmawan.

Pendampingan tidak hanya dilakukan saat wawancara. Peserta juga diarahkan memahami bagaimana melakukan riset, menentukan fokus liputan, menggali informasi dari narasumber, hingga mengembangkan hasil wawancara menjadi bahan berita.

Bagi Elfina, pengalaman turun langsung ke lapangan memberikan sensasi belajar yang berbeda dibandingkan hanya menerima materi di ruang pelatihan.

“Pelatihan jurnalistiknya memberikan saya wawasan baru, pengalaman, dan keberanian baru. Suasana belajar yang menyenangkan bersama pemateri yang tidak hanya hebat dalam menyampaikan materi, tetapi juga sangat menginspirasi, baik hati, dan sabar. Sehingga setiap materi yang disampaikan terasa hidup dan mudah dipahami,” ujarnya.

Liputan perdana ini menjadi pembuktian bahwa kemampuan jurnalistik membutuhkan praktik langsung. Peserta harus berhadapan dengan narasumber, mengembangkan pertanyaan, memilah informasi, hingga menemukan sudut pandang yang menarik.

Dari pengalaman tersebut, peserta belajar bahwa berita tidak selalu lahir dari peristiwa besar. Sebuah aktivitas sederhana seperti peternakan itik pun dapat menjadi bahan berita ketika digali dengan riset dan pertanyaan yang tepat.

Pengalaman ini juga menjadi tantangan bagi peserta untuk keluar dari zona nyaman. Rasa gugup saat pertama kali bertemu narasumber perlahan berubah menjadi keberanian untuk bertanya dan menggali informasi.

Kegiatan liputan lapangan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman pertama. Peserta didorong untuk terus mempraktikkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan dan menghasilkan karya jurnalistik yang faktual, informatif, inspiratif, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Tiga hari belajar teori. Hari berikutnya turun ke lapangan. Dari sinilah perjalanan mereka menjadi jurnalis benar-benar dimulai.

One thought on “Usai 3 Hari Belajar, Peserta Jurnalistik LDII Bengkulu Langsung Berburu Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *