benner website dpw ldii
whatsapp image 2026 09 11 at 17.16.30

Usai Pelatihan, Peserta Jurnalistik LDII Bengkulu Asah Kemampuan Lewat Liputan Rukyatul Hilal

BENGKULU – Tiga hari belajar teori jurnalistik belum menjadi akhir bagi peserta Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar DPW LDII Provinsi Bengkulu. Setelah mengikuti pelatihan pada 4–6 September 2026, peserta kembali turun ke lapangan untuk mengasah kemampuan melalui peliputan kegiatan Rukyatul Hilal dalam rangka penentuan 1 Rabiul Akhir bersama pengamat hilal DPW LDII Provinsi Bengkulu.

Peliputan tersebut menjadi pengalaman lapangan kedua bagi peserta setelah sebelumnya menjalani liputan perdana pascapelatihan. Kali ini, mereka ditantang mempraktikkan secara langsung materi yang telah dipelajari, mulai dari teknik wawancara, penerapan unsur 5W+1H, pencatatan fakta, pengambilan dokumentasi hingga menggali informasi dari narasumber.

Dalam kegiatan tersebut, peserta berkesempatan mewawancarai Erik Rahman, Sekretaris DPW LDII Provinsi Bengkulu. Ia didampingi dua anggota tim, yakni Tri Ardi Ranggawan dari Tim IT dan Sugeng Heriyanto dari Biro Pendidikan dan Dakwah.

Sejak tiba di lokasi, peserta langsung membagi tugas. Sebagian mengamati jalannya kegiatan, mencatat informasi penting, menyiapkan pertanyaan, melakukan wawancara hingga mengambil foto sebagai bahan dokumentasi berita.

Bagi peserta, kegiatan ini menjadi ujian sekaligus kesempatan untuk mengukur perkembangan kemampuan mereka setelah mengikuti pelatihan.

Salah seorang peserta, Yola, mengaku lebih percaya diri dibandingkan saat menjalani liputan pertama.

“Liputan kedua ini saya merasa tidak segugup liputan pertama. Saya lebih berani, lebih percaya diri untuk mencoba dan bertanya. Setelah ini saya ingin lebih banyak mengikuti kegiatan peliputan jurnalistik,” ujar Yola.

Pengalaman serupa dirasakan peserta lainnya, Elfina. Menurutnya, terjun langsung ke lapangan membuat peserta dapat merasakan bagaimana teori jurnalistik diterapkan dalam situasi nyata.

“Perasaan saya setelah mengikuti liputan langsung kegiatan Rukyatul Hilal dalam rangka penentuan 1 Rabiul Akhir adalah bangga dan bersyukur. Ini merupakan pengalaman liputan lapangan kedua saya setelah mengikuti Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar seminggu yang lalu,” kata Elfina.

Ia mengatakan, pengalaman tersebut membantunya mempraktikkan berbagai keterampilan yang diperoleh selama pelatihan.

“Dari kegiatan ini saya merasakan langsung bagaimana menerapkan ilmu 5W+1H, teknik wawancara narasumber, dan pengambilan foto dokumentasi di lapangan,” lanjutnya.

Bukan hanya keterampilan teknis jurnalistik, suasana Rukyatul Hilal juga memberikan pengalaman tersendiri bagi Elfina. Suasana khidmat ketika menunggu proses pengamatan membuatnya semakin memahami bahwa jurnalistik tidak sekadar aktivitas menulis.

Lines Bengkulu Bersama Tim Rukyatul Hilal

“Suasana khidmat saat menunggu hasil rukyat membuat saya sadar bahwa jurnalistik tidak hanya menulis, tetapi juga merasakan dan mengabadikan momen penting di masyarakat. Pelatihan minggu lalu sangat membantu saya agar tidak gugup saat bertugas,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kemampuan jurnalistik tidak cukup diperoleh melalui teori. Peserta perlu berhadapan langsung dengan narasumber, mengamati peristiwa, mencari fakta, menyusun pertanyaan, hingga memilah informasi yang memiliki nilai berita.

Liputan kedua juga memperlihatkan perkembangan peserta. Jika pada liputan pertama sebagian peserta masih diliputi rasa gugup ketika berhadapan dengan narasumber, kali ini mereka mulai lebih berani bertanya, aktif melakukan pengamatan, dan percaya diri menggali informasi.

Bagi peserta Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar, kegiatan tersebut bukan sekadar tugas lanjutan setelah pelatihan. Liputan lapangan menjadi ruang belajar untuk membangun keberanian, ketelitian, sekaligus kepekaan dalam melihat sebuah peristiwa.

Dari ruang kelas menuju lapangan, peserta mulai memahami bahwa menjadi jurnalis bukan hanya tentang menulis berita. Seorang jurnalis dituntut mampu melihat peristiwa, mendengarkan narasumber, menggali dan memverifikasi fakta, serta menyampaikan informasi secara akurat dan bertanggung jawab.

Liputan Rukyatul Hilal menjadi langkah berikutnya bagi peserta untuk terus mengasah kemampuan. Setelah tiga hari belajar di ruang pelatihan, kini mereka belajar langsung dari lapangan—dari narasumber, suasana, peristiwa, dan fakta yang mereka temukan sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *