BENGKULU – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bengkulu terus mendorong peningkatan kapasitas generasi penerus dalam bidang komunikasi dan jurnalistik. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar yang membekali peserta dengan kemampuan menyampaikan informasi secara benar, berimbang, dan sesuai dengan kaidah jurnalistik.
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua DPP LDII Bidang Komunikasi, Informasi dan Media (KIM) DPP LDII, H. Rulli Kuswahyudi, S.Sos., yang datang dari Jakarta mewakili Ketua DPP LDII. Selain memberikan sambutan, Rulli juga menjadi narasumber dan menyampaikan materi jurnalistik kepada para peserta.

Pelatihan yang digelar di Kantor DPW LDII Provinsi Bengkulu tersebut diikuti 105 peserta yang merupakan utusan DPD LDII kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar jurnalistik serta keterampilan mengelola dan menyampaikan informasi melalui berbagai platform media.
Dalam sambutannya, Rulli menyampaikan bahwa Bengkulu menjadi provinsi ke-16 yang mengikuti pelatihan jurnalistik di lingkungan LDII. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting sekaligus harapan baru bagi generasi penerus LDII di Bengkulu untuk semakin aktif dalam menyampaikan informasi mengenai berbagai kegiatan organisasi kepada masyarakat.
“Bengkulu menjadi provinsi ke-16 yang mengikuti pelatihan jurnalistik di lingkungan LDII. Ini menjadi suatu harapan baru bagi generasi penerus di Bengkulu untuk ikut serta memberitakan berbagai kegiatan LDII dengan benar,” ujar H. Rulli.
Ia menekankan, kemampuan jurnalistik semakin penting di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial. Kemudahan setiap orang dalam membuat dan menyebarkan informasi perlu diimbangi dengan kemampuan memilah, memeriksa, dan memastikan kebenaran informasi sebelum disampaikan kepada publik.
Menurut Rulli, berbagai isu hoaks kerap muncul dan menjadi viral di media sosial. Potongan video atau informasi yang beredar tanpa konteks yang utuh berpotensi menimbulkan persepsi keliru dan membentuk framing negatif terhadap suatu pihak, termasuk organisasi.
“Banyak isu yang kita jumpai dan viral di media sosial, padahal kenyataannya tidak seperti yang terlihat dalam video-video yang bertebaran. Karena itu, kita harus mampu memberikan informasi yang benar agar masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh dan tidak terjebak pada informasi yang keliru,” jelasnya.
Karena itu, Rulli mendorong generasi penerus LDII di Bengkulu untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu berperan sebagai produsen informasi yang positif, faktual, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar jurnalistik, termasuk pentingnya melakukan verifikasi informasi, menyajikan berita secara berimbang, serta memperhatikan Kode Etik Jurnalistik dalam setiap proses pemberitaan.
Rulli berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam aktivitas jurnalistik di lingkungan LDII, baik melalui media internal maupun media sosial. Dengan kemampuan tersebut, generasi penerus diharapkan mampu mengemas berbagai kegiatan, program, dan kontribusi LDII menjadi informasi yang menarik, informatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Ilmu jurnalistik yang diberikan tentunya berdasarkan kode etik jurnalistik dalam memberitakan semua berita. Mudah-mudahan ilmu ini bermanfaat dan dapat diterapkan oleh generasi penerus LDII di Bengkulu,” pungkasnya.
Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar DPW LDII Provinsi Bengkulu tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas komunikasi dan publikasi organisasi. Kegiatan ini sekaligus diharapkan dapat membangun budaya penyampaian informasi yang akurat, berimbang, edukatif, positif, dan bertanggung jawab di tengah perkembangan media digital yang semakin pesat.