BENGKULU – Hoaks bergerak cepat. Begitu pula informasi yang belum terverifikasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan memilah fakta, melakukan verifikasi, dan menyajikan berita yang bertanggung jawab menjadi semakin penting.
Berangkat dari tantangan tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bengkulu mengambil langkah konkret dengan mencetak kader-kader muda yang memiliki kemampuan jurnalistik dan literasi digital.

Sebanyak 110 peserta digembleng dalam Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar yang berlangsung selama tiga hari, 4–6 September 2026, di Aula DPW LDII Provinsi Bengkulu.
Mengusung tema “Membangun Jurnalis Muda Berintegritas untuk Mengabarkan Semangat Bumi Merah Putih”, pelatihan ini tidak sekadar mengajarkan peserta bagaimana menulis berita.
Lebih dari itu, peserta didorong memahami pentingnya akurasi, verifikasi, etika, dan tanggung jawab sebelum sebuah informasi disebarluaskan ke ruang publik.
Momentum tersebut semakin strategis karena dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Diskominfotik Provinsi Bengkulu dan DPW LDII Provinsi Bengkulu tentang Penguatan Literasi Digital.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Bengkulu, Hj. Nelly Alesa, yang membuka kegiatan secara resmi, mengapresiasi langkah LDII dalam memperkuat kapasitas generasi muda di bidang media dan informasi.
“Pembangunan di Provinsi Bengkulu ini tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan seluruh elemen, salah satunya LDII. Melalui sinergi dan penandatanganan PKS penguatan literasi digital ini, kita berharap lahir generasi muda yang tidak hanya semakin bijak dan cerdas bermedia, tetapi juga mampu membentengi masyarakat dari paparan hoaks serta informasi yang menyesatkan,” ujar Nelly.s
Ketua DPP LDII Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM), H. Rulli Kuswahyudi, mengatakan perkembangan teknologi digital membuat kebutuhan terhadap pengelola informasi yang kompeten semakin besar.
Menurutnya, berbagai program dan kontribusi positif organisasi akan memiliki dampak lebih luas apabila dikomunikasikan kepada masyarakat melalui informasi yang akurat, menarik, dan mudah dipahami.
“Di era serba digital ini, peran pengelola informasi dan humas di daerah sangat vital untuk mempublikasikan berbagai kontribusi positif organisasi. Pelatihan ini diadakan agar para peserta paham kaidah jurnalistik dan mampu mengemas karya yang edukatif serta bernilai bagi publik,” jelas Rulli.
Pesan tersebut sejalan dengan Ketua DPW LDII Provinsi Bengkulu, H. Meri Sasdi, yang mengingatkan peserta agar tidak ikut memperpanjang rantai penyebaran informasi yang belum teruji kebenarannya.
Ia menilai era post-truth menjadi tantangan serius. Informasi yang membangkitkan emosi sering kali lebih cepat menyebar dibandingkan informasi yang dibangun berdasarkan fakta.
“Di era post-truth, berita negatif sering kali lebih cepat menyebar dibanding kebaikan. Tugas kita bukan sibuk menyalahkan, melainkan menunjukkan kontribusi dan karya nyata. Mari kita penuhi ruang publik dan media digital dengan narasi positif, faktual, serta membawa kedamaian bagi masyarakat luas,” tegas Meri Sasdi.
Ketua Panitia Pelaksana, Tri Ardhi Ranggawan, mengatakan antusiasme peserta cukup tinggi. Sebanyak 110 peserta mengikuti pelatihan yang berasal dari berbagai unsur organisasi.
Mereka merupakan utusan DPD LDII se-Provinsi Bengkulu, Senkom Mitra Polri, Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI), serta Perguruan Pencak Silat Persinas ASAD.
“Pelatihan ini diikuti sebanyak 110 peserta yang merupakan utusan dari DPD LDII se-Provinsi Bengkulu, Senkom Mitra Polri, FORSGI, hingga Perguruan Pencak Silat Persinas ASAD,” terang Tri Ardhi.
Selama tiga hari, peserta tidak hanya mendapatkan teori jurnalistik. Mereka juga dibekali keterampilan praktis, mulai dari memahami dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, menggali informasi, melakukan wawancara, hingga mengemas informasi untuk kebutuhan media digital.
Sejumlah narasumber berpengalaman dari DPP LDII turut memberikan materi, yakni H. Rulli Kuswahyudi, Eko Mugianto, H. Faqihul Soleh, dan Dimas Bimo Darmawan.
Khusus DPD LDII Kota Bengkulu, sebanyak enam peserta mengikuti pelatihan secara intensif.
Ketua DPD LDII Kota Bengkulu, H. Mijo, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut berharap pelatihan dapat melahirkan kader jurnalistik yang tidak hanya mampu menulis, tetapi juga memiliki integritas dalam menyampaikan informasi.
«“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta memiliki keterampilan jurnalistik yang mumpuni serta siap memproduksi berita yang terpercaya, informatif, dan bermanfaat bagi Provinsi Bengkulu,” kata Mijo.»
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya LDII Bengkulu memperkuat kapasitas pengelola informasi di tengah perubahan lanskap media yang berlangsung begitu cepat.
Sebab, di era ketika setiap orang bisa menjadi penyebar informasi hanya melalui satu sentuhan layar, kemampuan menulis harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab.
Dari Bengkulu, 110 peserta didorong mengambil peran untuk mengisi ruang digital dengan karya yang positif: menulis berdasarkan fakta, bekerja dengan etika, dan menyebarkan informasi yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Semoga jurnalis muda terus berkarya