BENGKULU UTARA (11/9) – Menjadi pengurus organisasi tidak hanya membutuhkan kemampuan mengelola kegiatan, tetapi juga karakter yang kuat. Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Bengkulu Utara melalui pengajian yang mengangkat tema “Meningkatkan Kualitas dan Kapasitas Pengurus melalui Penguatan 29 Karakter Luhur”.
Kegiatan yang diikuti sekitar 40 pengurus DPD LDII Bengkulu Utara itu berlangsung di Kompleks Kantor DPD LDII Bengkulu Utara dalam suasana khidmat. Pengajian menjadi sarana memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus membangun kebersamaan dan kesamaan langkah di antara para pengurus.
Pembina DPD LDII Bengkulu Utara, Sutiar, S.Pd., mengatakan karakter luhur menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk kualitas seorang pengurus.
“Pengurus harus memiliki karakter yang kuat. Tidak cukup hanya memiliki ilmu dan kemampuan, tetapi juga harus memiliki akhlak, tanggung jawab, serta mampu memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Sutiar, penguatan 29 Karakter Luhur tidak berhenti pada pemahaman secara teori. Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menjalankan amanah organisasi.
“Karakter luhur harus terlihat dalam perilaku. Pengurus harus mampu menjaga amanah, membangun kebersamaan, dan memberikan contoh yang baik bagi generasi muda maupun lingkungan di sekitarnya,” tuturnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pengurus menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Pengurus yang memiliki karakter baik diharapkan mampu menjalankan tugas secara amanah, profesional, dan bertanggung jawab.
Selain memperkuat pembinaan, pengajian tersebut juga menjadi ruang silaturahmi bagi para pengurus. Pertemuan rutin semacam ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarpengurus sekaligus menyatukan langkah dalam menjalankan program dan pelayanan kepada warga LDII serta masyarakat.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, DPD LDII Bengkulu Utara berkomitmen mendorong lahirnya pengurus yang tidak hanya memiliki kapasitas organisasi, tetapi juga berkarakter luhur. Dengan bekal tersebut, para pengurus diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi organisasi dan masyarakat.