BENGKULU (13/9) – Pembangunan Gedung Serbaguna Padepokan Persinas ASAD di Kompleks DPD LDII Kota Bengkulu, Cempaka Permai, Kecamatan Pagar Dewa, Kota Bengkulu, berlangsung dalam semangat gotong royong. Sejak pagi, warga LDII turun langsung membantu berbagai pekerjaan pembangunan gedung yang nantinya menjadi tempat latihan dan pembinaan pencak silat, khususnya Persinas ASAD, Minggu (13/9/2026).
Gotong royong tersebut tidak hanya ditujukan untuk mempercepat proses pembangunan, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan kepedulian dan kebersamaan warga. Berbagai pekerjaan dikerjakan secara bersama-sama agar pembangunan berjalan efektif sekaligus menekan biaya pengerjaan.
Ketua Perguruan Persinas ASAD Kota Bengkulu, Saman, mengatakan keterlibatan warga melalui gotong royong diharapkan dapat membuat pembiayaan pembangunan lebih efisien sekaligus mempercepat penyelesaian gedung. Pembangunan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga bulan.
“Harapan kami dengan adanya gotong royong ini pembiayaan bisa lebih efisien, kemudian waktunya juga bisa lebih cepat. Target pembangunan gedung ini kurang lebih tiga bulan. Untuk mempercepat proses pembangunan, kami mengharapkan warga LDII dapat terus membantu dan bersama-sama bergotong royong dalam proses pembangunannya,” ujar Saman.
Lebih dari sekadar fasilitas latihan, gedung tersebut diproyeksikan menjadi wadah pembinaan generasi muda. Saman berharap keberadaan tempat latihan yang lebih memadai dapat mendorong semakin banyak anak muda di Kota Bengkulu untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan kemampuan dalam pencak silat.
“Harapan kami dengan adanya gedung ini dapat membangkitkan generasi penerus, khususnya generasi muda yang ada di lingkungan Kota Bengkulu, agar selalu mau belajar pencak silat, terutama Pencak Silat ASAD,” katanya.
Persinas ASAD merupakan salah satu perguruan pencak silat yang tercatat sebagai anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Dalam proses pembinaannya, pencak silat tidak hanya diarahkan pada penguasaan bela diri, tetapi juga mencakup seni, olahraga, mental, dan pembentukan karakter.
Sejalan dengan semangat tersebut, Saman menegaskan bahwa Gedung Serbaguna Padepokan Persinas ASAD nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi warga Persinas ASAD. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bersama bagi perguruan pencak silat lainnya untuk berlatih sekaligus memperkuat silaturahmi.
“Kami juga tidak menutup kemungkinan teman-teman dari perguruan lain, termasuk yang berada dalam naungan IPSI, untuk nantinya bisa memanfaatkan gedung ini. Kita bisa latihan bersama, menjalin silaturahmi, serta menjaga kerukunan dan kekompakan antarperguruan pencak silat yang ada di Provinsi Bengkulu,” ujar Saman.
Menurutnya, fasilitas yang memadai akan mendukung proses latihan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Dari proses pembinaan tersebut, ia berharap lahir pesilat-pesilat muda yang mampu mengembangkan potensi hingga berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
“Harapan kami ke depannya generasi muda bisa belajar secara maksimal dengan adanya wadah ini. Mudah-mudahan dari sini lahir atlet-atlet yang berprestasi sehingga nantinya bisa membawa nama Provinsi Bengkulu ke tingkat nasional bahkan internasional,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Saman juga menyampaikan apresiasi kepada warga LDII Kota Bengkulu yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu pembangunan. Menurutnya, dukungan warga melalui gotong royong menjadi bagian penting dalam mewujudkan fasilitas pembinaan pencak silat tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh warga LDII Kota Bengkulu yang telah ikut bergotong royong membantu membangun dan mewujudkan gedung Padepokan Persinas ASAD ini. Semoga kebersamaan dan kekompakan seperti ini terus terjaga sampai pembangunan selesai,” kata Saman.
Pembangunan Gedung Serbaguna Padepokan Persinas ASAD diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas latihan yang lebih memadai, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan silaturahim antarwarga serta antarperguruan pencak silat.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi bagian penting dari proses tersebut. Dari kebersamaan itu, diharapkan hadir sebuah wadah pembinaan yang mampu mengantarkan generasi muda Bengkulu untuk berkembang, berkarakter, dan berprestasi melalui pencak silat.