benner website dpw ldii
whatsapp image 2026 09 24 at 10.45.20

DPW LDII Bengkulu Gelar Pengajian Ibu-Ibu Bahas Keharmonisan Rumah Tangga

*BENGKULU (20/9).* Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bengkulu menggelar pengajian ibu-ibu di Studio Utama DPW LDII Bengkulu, Minggu (20/9). Kegiatan tersebut diikuti ibu-ibu LDII dari berbagai daerah secara luring dan daring.

Pengajian membahas kehidupan rumah tangga, khususnya bagaimana suami dan istri memahami peran, hak, dan kewajiban masing-masing agar tercipta keluarga yang harmonis.

Materi pertama disampaikan Ustadz Akhyarul Muttaqin dengan membahas kandungan Surah An-Nisa. Ia menjelaskan peran suami sebagai pemimpin dan pelindung keluarga, termasuk tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan nafkah. Sementara itu, perempuan salehah dituntut untuk taat kepada Allah SWT, menjaga kehormatan diri, serta memelihara amanah keluarga, termasuk menjaga harta suami ketika suami tidak berada di rumah.

whatsapp image 2026 09 24 at 10.32.52

Menurutnya, persoalan rumah tangga perlu diselesaikan secara bertahap dan bijaksana melalui komunikasi serta nasihat yang baik. Setiap pasangan juga perlu menghindari tindakan yang dapat menyakiti atau menzalimi satu sama lain.

“Ketika persoalan telah selesai, suami tidak diperbolehkan mencari-cari alasan untuk menyakiti, menzalimi, ataupun mencari-cari kesalahan istrinya,” ujar Ustadz Akhyarul Muttaqin.

Pembahasan kemudian dilanjutkan Ustadz Ahmad Taufik yang menyampaikan hadis tentang keharmonisan rumah tangga. Ia menekankan bahwa kehidupan rumah tangga membutuhkan kesediaan suami dan istri untuk menjalankan hak dan kewajiban masing-masing.

Ia menjelaskan, perempuan salehah di antaranya memiliki sikap yang menyenangkan bagi suami, taat dalam perkara yang baik, serta mampu menjaga sikap ketika menghadapi perselisihan.

“Perempuan salehah adalah mereka yang taat kepada suami dalam perkara yang baik, menjaga amanah keluarga, serta mengerjakan hal-hal yang disenangi suami selama tidak bertentangan dengan ajaran agama,” jelas Ustadz Ahmad Taufik.

Setelah penyampaian materi, H. Pino Aspandi selaku Dewan Penasihat DPW LDII Provinsi Bengkulu memberikan nasihat agama. Ia mengajak para peserta melihat rumah tangga sebagai amanah yang harus dijaga bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab salah satu pihak.

Menurut Pino, suami dan istri perlu memahami peran masing-masing, saling menghormati, serta terbuka dalam berkomunikasi. Perbedaan dan kekurangan yang ada dalam rumah tangga, kata dia, perlu dihadapi dengan kesabaran dan sikap saling memahami.

“Rumah tangga merupakan amanah yang harus dijaga bersama. Suami dan istri harus memahami peran masing-masing, saling menghormati, serta menjalankan hak dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan agar persoalan rumah tangga tidak diselesaikan dengan emosi. Musyawarah dan komunikasi perlu dikedepankan sehingga masalah tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Setiap persoalan dalam rumah tangga hendaknya diselesaikan dengan komunikasi dan musyawarah. Jangan mudah terbawa emosi, karena setiap pasangan tentu memiliki kekurangan yang perlu dipahami dan diperbaiki bersama,” pesannya.

Selain itu, suami diharapkan dapat menjadi pelindung, pembimbing, sekaligus teladan bagi keluarga. Sementara istri berperan menjaga amanah keluarga, kehormatan diri, serta mendukung suami dalam kebaikan.

Pino menambahkan, ketakwaan menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang harmonis. Dengan terus meningkatkan ketakwaan, suami dan istri diharapkan mampu menjaga ucapan dan perilaku serta menjalankan tanggung jawab dalam keluarga dengan baik.

“Ketakwaan menjadi salah satu landasan penting dalam membangun keluarga yang harmonis. Dengan meningkatkan ketakwaan, suami dan istri diharapkan mampu menjaga ucapan, perilaku, serta menjalankan tanggung jawab masing-masing dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.

Pengajian tersebut menjadi bagian dari pembinaan keagamaan bagi ibu-ibu LDII. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memperkuat pemahaman tentang kehidupan berkeluarga sekaligus membangun rumah tangga yang dilandasi ketakwaan, komunikasi, saling menghormati, dan tanggung jawab bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *