*BENGKULU SELATAN (21/9)* – Membuat bolu kukus menjadi salah satu cara pemuda LDII Kabupaten Bengkulu Selatan belajar mengembangkan keterampilan sekaligus mengenal peluang usaha. Kegiatan tersebut dikemas dalam agenda kemandirian yang digelar DPD LDII Kabupaten Bengkulu Selatan di Aula DPD LDII setempat, Minggu (21/9) selepas Salat Magrib.
Sekitar 11 pemuda dan pemudi mengikuti praktik pembuatan bolu kukus mekar. Mereka terlibat langsung mulai dari menyiapkan bahan, membuat adonan, hingga proses pengukusan.

Kegiatan dipandu Slamet Puji Nuryanto, wirausahawan yang telah menekuni usaha kue basah selama sekitar lima tahun. Ia menjelaskan bahwa bolu kukus mekar cukup sederhana untuk dibuat, namun terdapat beberapa tahapan yang perlu diperhatikan agar hasilnya maksimal.
Menurut Slamet, bahan yang digunakan antara lain tepung protein sedang, SP, telur, air, vanili, dan pewarna makanan. Peserta juga dikenalkan dengan teknik pengolahan adonan serta proses pengukusan.
“Air dalam kukusan harus sudah mendidih sebelum adonan dimasukkan. Kemudian gunakan api besar dan selama proses pengukusan tutup kukusan jangan dibuka,” jelasnya.
Ia menambahkan, kekentalan adonan juga menjadi salah satu faktor penting. Adonan perlu mencapai kondisi “kental berjejak” agar bolu dapat mengembang dan mekar dengan baik.
Tak hanya soal teknik membuat kue, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan semangat kemandirian generasi muda. Slamet mengaitkan keterampilan yang diberikan dengan salah satu nilai dalam 29 karakter luhur, yakni menjadi generasi muda yang mandiri.
Luar biasa generasi muda yang mandiri menjadi tauladan…