benner website dpw ldii
whatsapp image 2026 10 14 at 11.32.56

LDII Peringatkan Dampak Karhutla terhadap Ekosistem dan Kesehatan Masyarakat Regional

BENGKULU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang di sejumlah wilayah Indonesia menjadi ancaman serius bagi kelestarian ekosistem dan kehidupan masyarakat. Dampaknya tidak hanya berupa kerusakan lingkungan, tetapi juga kabut asap yang dapat meluas hingga ke negara tetangga.

Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Dody Taufiq Wijaya, menegaskan bahwa pencegahan karhutla harus menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, pelestarian lingkungan perlu diwujudkan melalui langkah nyata, termasuk pengelolaan lahan secara bertanggung jawab dan penghijauan berkelanjutan.

“Sebagai bagian dari civil society, LDII terus mengimbau warga untuk melestarikan lingkungan. Kami mewujudkannya melalui program LDII Go Green, dengan pemanfaatan lahan terbengkalai dan lahan gambut agar menjadi lahan produktif dan bernilai guna,” ujar Dody dalam keterangan pers DPP LDII di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Dody menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan dapat menghilangkan fungsi ekologis hutan, mengganggu tata air, serta meningkatkan kerentanan lingkungan terhadap kekeringan dan bencana lainnya. Karena itu, kesadaran menjaga alam harus dibangun secara konsisten melalui keluarga, sekolah, pesantren, dan organisasi kemasyarakatan.

“Menjaga lingkungan bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga tanggung jawab moral. Alam yang kita jaga hari ini akan menentukan kualitas kehidupan generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia juga mendukung langkah pemerintah dalam menangani karhutla secara cepat dan terintegrasi, terutama ketika kebakaran telah meluas. Menurutnya, upaya pemadaman perlu didukung penggunaan helikopter water bombing di wilayah yang sulit dijangkau, optimalisasi teknologi modifikasi cuaca apabila kondisi memungkinkan, serta pemantauan titik panas melalui satelit.

“Teknologi pemantauan harus diikuti dengan respons yang cepat. Jangan sampai titik panas sudah terdeteksi, tetapi penanganannya terlambat,” katanya.

Selain penanganan teknis, Dody menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran. Sanksi harus diberikan sesuai ketentuan, termasuk evaluasi hingga pencabutan izin apabila ditemukan pelanggaran berat.

Meri Sasdi Kembali Pimpin DPW LDII Bengkulu Wagub Mian Ajak Bersinergi Bantu RakyatHasil Musyaw 7

Meri Sasdi: Menjaga Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

Sejalan dengan imbauan tersebut, Ketua DPW LDII Provinsi Bengkulu, Dr. H. Meri Sasdi, M.Pd., menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Menurutnya, pencegahan kebakaran hutan dan lahan harus dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti tidak membuka lahan dengan cara membakar, menjaga kawasan hijau, serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar.

“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak masyarakat Bengkulu untuk membangun kebiasaan hidup yang peduli terhadap alam, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, serta ikut menjaga kelestarian lingkungan demi kesehatan dan keselamatan generasi mendatang,” ujarnya

Ia juga menilai edukasi lingkungan perlu terus diperkuat melalui keluarga, lembaga pendidikan, pesantren, dan organisasi kemasyarakatan. Dengan keterlibatan berbagai pihak, upaya pencegahan karhutla diharapkan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi LDII, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bentuk kontribusi nyata organisasi kemasyarakatan dalam mendukung keberlanjutan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui gerakan pelestarian lingkungan dan dukungan terhadap penanganan karhutla yang terintegrasi, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa menjaga alam bukan hanya untuk kepentingan saat ini, melainkan juga untuk menjamin kualitas hidup generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *