benner website dpw ldii
whatsapp image 2026 09 27 at 19.23.20 (1)

LDII Rejang Lebong Ikuti Diskusi Antarumat Beragama MUI, Bahas Moderasi di Era Digital

*CURUP (26/9)* – DPD LDII Kabupaten Rejang Lebong mengikuti kegiatan Diskusi Antarumat Beragama yang digelar Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rejang Lebong di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu (26/9).

Kegiatan yang mengusung tema “Moderasi Beragama di Era Digitalisasi, Teguh dalam Aqidah, Santun dalam Perbedaan dan Damai dalam Bermedia” tersebut menjadi ruang dialog bagi berbagai unsur umat beragama dan organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat komunikasi, toleransi, serta kerukunan di tengah perkembangan teknologi digital.

Ketua DPD LDII Kabupaten Rejang Lebong H. Antoni turut hadir dalam kegiatan tersebut dan didampingi oleh Sekretaris Ridho Minfatkhun. Kegiatan diikuti sekitar 30 peserta yang berasal dari berbagai unsur, di antaranya Binmas Islam Kementerian Agama, penyuluh agama Islam dan Kristen, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), PCNU, PD Muhammadiyah, PC Tarbiyah Islamiyah, BKMT, DMI, Wanita Islam, MUI, serta DPD LDII Kabupaten Rejang Lebong.

whatsapp image 2026 09 27 at 19.23.19

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Rahman Usman, membuka kegiatan sekaligus menjadi salah satu narasumber. Ia menekankan bahwa moderasi beragama bukan berarti mengubah atau mengurangi ajaran agama, melainkan membangun cara pandang dan praktik keberagamaan yang seimbang dalam kehidupan bermasyarakat.

“Moderasi beragama bukanlah upaya memoderasikan agama, melainkan memoderasi pemahaman dan pengalaman kita dalam beragama.”

Rahman menjelaskan tiga pondasi yang penting dalam kehidupan beragama di era digital. Pertama, teguh dalam aqidah, dengan menjaga prinsip dan keyakinan agama. Kedua, santun dalam perbedaan, melalui sikap saling menghormati di tengah keberagaman. Ketiga, damai dalam bermedia, dengan membangun narasi positif dan menghindari penyebaran informasi yang dapat memicu konflik.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Rejang Lebong, Muhammad Abu Dzar, hadir sebagai narasumber dengan materi “Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan”. Ia menjelaskan sejumlah faktor yang dapat menjadi pemicu konflik, khususnya di tengah masyarakat yang semakin terhubung melalui media digital.

Menurutnya, fanatisme sempit dapat membuat seseorang tertutup terhadap perbedaan. Selain itu, provokasi digital berupa ujaran kebencian dan informasi yang tidak jelas kebenarannya juga berpotensi memperkeruh hubungan antarumat beragama.

Faktor lainnya adalah kesenjangan ekonomi yang dapat berkembang menjadi persoalan sosial dan dikaitkan dengan isu keagamaan. Minimnya dialog antar tokoh agama dan tokoh masyarakat juga menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi melalui komunikasi yang terbuka.

Ketua DPD LDII Kabupaten Rejang Lebong, Antoni, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, forum dialog antarumat beragama menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi di tengah keberagaman masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi, komunikasi, toleransi, serta kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Rejang Lebong. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan memberikan manfaat dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, harmonis, dan saling menghargai,” ujarnya.

Antoni berharap komunikasi lintas organisasi dan umat beragama dapat terus terjalin. Menurutnya, ruang dialog penting untuk membangun pemahaman bersama dan mencegah persoalan sosial berkembang menjadi konflik yang berdimensi keagamaan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama berbagai elemen masyarakat Kabupaten Rejang Lebong dalam menjaga kerukunan. Di tengah perkembangan media digital yang memungkinkan informasi tersebar dengan cepat, komunikasi dan sikap saling menghormati menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.

2 thoughts on “LDII Rejang Lebong Ikuti Diskusi Antarumat Beragama MUI, Bahas Moderasi di Era Digital”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *