benner website dpw ldii
whatsapp image 2026 10 01 at 09.01.20 (1)

Seminar Nasional di Bengkulu Dorong Kolaborasi Bangun Budaya Literasi

BENGKULU, 30 September 2026 — Membangun budaya literasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, terutama keluarga, pemerintah, dunia pendidikan, dan komunitas. Hal itu mengemuka dalam Seminar Nasional “Membangun Ekosistem Literasi yang Kolaboratif, Inovatif dan Berkelanjutan” di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, Rabu (30/9/2026).

Seminar yang digelar secara luring dan daring tersebut menghadirkan 250 peserta dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, pegiat literasi, pustakawan, guru, dosen serta masyarakat umum.

Narasumber dalam Seminar Nasional menghadirkan Duta Baca Indonesia dan pegiat literasi Gol A Gong alias Heri Hendrayana Harris. Ketua DPW LDII Provinsi Bengkulu sekaligus Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu Dr. H. Meri Sasdi, M.Pd, serta Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat, S.S., M.H.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara Seminar Nasional secara resmi, Meri Sasdi mengatakan, seminar tersebut menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh ilmu dan motivasi dari pengalaman para pegiat literasi.

whatsapp image 2026 10 01 at 09.01.20

“Ini menjadi peluang bagi generasi muda untuk mengambil ilmu dan motivasi dari Gol A Gong sebagai bekal untuk masa depan,” ujar Meri.

Menurutnya, budaya literasi tidak dapat dibangun secara instan. Kebiasaan membaca harus ditanamkan sejak dini dan dimulai dari keluarga.

“Literasi itu tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus dibentuk sejak dini dan dimulai dari keluarga. Ketika pengetahuan dibagikan, ia tidak berkurang, justru bertumbuh,” katanya.

Hal senada disampaikan Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat. Ia menekankan pentingnya keteladanan orang tua dalam menumbuhkan kebiasaan membaca pada anak.

“Kolaborasi membaca dimulai dari orang tua, karena hal itu yang utama. Karena saya memulainya dari sana, apa yang saya baca juga dibaca. Itulah kunci literasi yang utama,” ujarnya.

Sementara itu, Gol A Gong memaparkan materi tentang tujuh pilar komunitas literasi. Ia menegaskan, komunitas literasi bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk belajar, berbagi pengetahuan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Gol A Gong juga membagikan pengalaman hidupnya, termasuk pesan sang ayah saat dirinya menjalani amputasi.

“Kamu boleh kehilangan tangan, tapi jangan kehilangan cita-cita,” kata Gol A Gong, mengutip pesan ayahnya.

Pesan tersebut disampaikan sebagai motivasi bagi generasi muda agar tetap memiliki cita-cita dan semangat belajar meski menghadapi berbagai keterbatasan.

Seminar nasional ini diharapkan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan, sekaligus mendorong masyarakat Bengkulu semakin gemar membaca, kritis, kreatif, dan tertib dalam mengelola arsip.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *