BENGKULU – Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Persinas ASAD Provinsi Bengkulu mengukuhkan Triyono sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persinas ASAD Bengkulu masa bakti 2026–2031. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung DPW LDII Provinsi Bengkulu, Sabtu (24/10/2026), dengan mengusung tema “Membangun Pesilat Profesional, Berprestasi, Berbudaya, dan Berkarakter Luhur.”

Tema tersebut menjadi semangat bagi Persinas ASAD Bengkulu untuk memperkuat pembinaan pencak silat, meningkatkan prestasi atlet, serta membentuk generasi muda yang memiliki keterampilan bela diri sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan karakter luhur.
Usai dikukuhkan, Triyono menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Umum Pengprov Persinas ASAD Bengkulu selama lima tahun ke depan. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh komitmen dan dukungan seluruh jajaran pengurus.

“Saya bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Umum Persinas ASAD Provinsi Bengkulu. Ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Triyono.
Dalam kesempatan tersebut, Triyono juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua Umum PB Persinas ASAD, Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si. (Han), beserta Sekretaris Umum PB Persinas ASAD, Weda Hendragiri, S.Pd., M.M. Kegiatan Musprov VI ini turut dihadiri perwakilan dari berbagai perguruan pencak silat di Provinsi Bengkulu.
“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Ketua Umum PB Persinas ASAD beserta Sekretaris Umum PB Persinas ASAD yang telah hadir dalam Musprov VI ini. Kehadiran Bapak menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat organisasi, meningkatkan pembinaan, dan bersama-sama membawa Persinas ASAD Bengkulu semakin maju,” ungkap Triyono.
Triyono mengapresiasi perhatian dan dukungan pengurus pusat terhadap perkembangan Persinas ASAD di Bengkulu. Menurutnya, Musprov tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan, menyatukan visi, dan merumuskan langkah strategis bagi kemajuan organisasi.
Ia berharap seluruh jajaran pengurus dan Dewan Pembina dapat bekerja sama dalam meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat soliditas organisasi, serta melahirkan pesilat yang mampu meraih prestasi membanggakan.
“Saya berharap seluruh pengurus dan Dewan Pembina dapat terus bersinergi untuk memajukan Persinas ASAD Bengkulu. Melalui Musprov ini, kita ingin memperkuat kebersamaan, meningkatkan kualitas pembinaan, dan melahirkan pesilat berprestasi yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pencak silat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB Persinas ASAD, Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si. (Han), dalam arahannya menjelaskan bahwa Persinas ASAD merupakan organisasi perguruan pencak silat yang memiliki legalitas serta sejarah dan peran dalam perkembangan pencak silat di Indonesia.
Persinas ASAD merupakan singkatan dari Perguruan Silat Nasional Ampuh Sehat Aman Damai. Organisasi ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesehatan dan kebugaran jasmani, tetapi juga membekali anggotanya dengan kemampuan bela diri serta menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Sukur menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam nama Persinas ASAD hendaknya menjadi pedoman bagi setiap anggota, baik ketika berlatih, berorganisasi, maupun berinteraksi di tengah masyarakat. Menurutnya, pencak silat bukan sekadar keterampilan bela diri, melainkan juga sarana membentuk kedisiplinan, sportivitas, sikap saling menghormati, dan karakter yang baik.
Ia berharap para pesilat mampu mengamalkan nilai-nilai tersebut sehingga keberadaan Persinas ASAD tidak hanya menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga generasi muda yang berkepribadian luhur dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Dukungan terhadap pengembangan Persinas ASAD Bengkulu juga disampaikan Ketua DPW LDII Provinsi Bengkulu, dr. H. Meri Sasdi, M.Pd. Ia berharap Persinas ASAD semakin berkembang melalui pembinaan yang terarah, penguatan organisasi, serta peningkatan minat generasi muda terhadap pencak silat.
Menurut Meri Sasdi, Persinas ASAD memiliki peran penting dalam melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus menjadi wadah pembentukan generasi muda yang sehat, disiplin, tangguh, dan berkarakter luhur.
“Kami berharap Persinas ASAD Bengkulu ke depan semakin dikenal luas dan semakin diminati oleh generasi muda. Kami juga berharap pembinaannya semakin berkualitas sehingga mampu melahirkan pesilat yang tidak hanya memiliki karakter luhur, tetapi juga berprestasi di berbagai kejuaraan,” ungkap Meri Sasdi.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pengurus Persinas ASAD, LDII, pelatih, atlet, orang tua, dan pihak-pihak terkait dalam mendukung pembinaan yang berkelanjutan. Dengan sinergi tersebut, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni pencak silat dan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi serta meraih prestasi.
Melalui Musprov VI ini, Persinas ASAD Bengkulu diharapkan dapat memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan atlet, serta memperluas jangkauan pengembangan pencak silat di berbagai wilayah Provinsi Bengkulu. Regenerasi pesilat juga menjadi bagian penting agar pencak silat terus diminati generasi muda dan mampu melahirkan atlet potensial yang siap bersaing di berbagai kejuaraan.
Pengukuhan Triyono sebagai Ketua Umum Pengprov Persinas ASAD Bengkulu masa bakti 2026–2031 menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk melanjutkan pembinaan dan meningkatkan prestasi organisasi. Dengan mengedepankan musyawarah, persatuan, dan kerja sama, Persinas ASAD Bengkulu diharapkan mampu mewujudkan tema Musprov VI, yakni membangun pesilat profesional, berprestasi, berbudaya, dan berkarakter luhur, sekaligus turut melestarikan pencak silat dan mengharumkan nama Provinsi Bengkulu.