REJANG LEBONG — Sekitar 400 santri dari 15 pondok pesantren se-Kabupaten Rejang Lebong mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Upacara Pondok Pesantren Al-Fathu, Kelurahan Sukaraja, Rabu (22/10/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan meriah dengan mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rejang Lebong, Dr. H. Rahman Umar, S.Ag., M.Pd.I., bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia. Upacara tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi terkait, pimpinan pondok pesantren se-Rejang Lebong, warga RT 1 Kelurahan Sukaraja, serta tokoh agama.
Dalam amanatnya, ditegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat. Santri juga diharapkan mampu mengambil peran dalam menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kecintaan terhadap tanah air.

Kepala Kantor Kemenag Rejang Lebong, H. Rahman Umar, menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional bukan hanya milik kalangan santri dan pondok pesantren, melainkan momentum bersama seluruh elemen masyarakat untuk menghargai kontribusi santri dalam pembangunan bangsa.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Al-Fathu yang telah menjadi tuan rumah sekaligus mendukung kelancaran penyelenggaraan peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Rejang Lebong tahun 2026.
“Saya selaku Kepala Kemenag mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan Ponpes Al-Fathu sebagai tuan rumah Hari Santri Nasional tahun 2026,” ujarnya.
Kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, khususnya H. Antoni, Ketua DPD LDII Kabupaten Rejang Lebong sekaligus Ketua Yayasan Darul Manaji, yang bertindak sebagai ketua pelaksana, bersama Sugiyono selaku Ketua Pondok Pesantren Al-Fathu.
Dalam kesempatan tersebut, H. Antoni menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Kemenag kepada Pondok Pesantren Al-Fathu untuk menjadi penyelenggara kegiatan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan acara.
“Ucapan terima kasih atas kepercayaan Kemenag kepada Ponpes Al-Fathu sebagai penyelenggara dan permohonan maaf apabila banyak kekurangan di sana-sini,” ungkapnya.

Semangat kebersamaan dalam kegiatan ini mencerminkan pentingnya sinergi antara pemerintah, pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam mendukung pembinaan generasi muda yang berkarakter serta berkontribusi positif bagi bangsa.
Suasana peringatan Hari Santri Nasional semakin semarak dengan penampilan pencak silat Persinas ASAD binaan LDII. Para pendekar cilik dan remaja santri menampilkan gerakan serta jurus-jurus pencak silat yang atraktif, memperlihatkan keterampilan, kedisiplinan, dan semangat dalam melestarikan warisan budaya bangsa.
Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari para peserta upacara. Selain menjadi hiburan, pertunjukan ini juga menunjukkan bahwa pembinaan santri dapat dilakukan secara menyeluruh, mencakup penguatan spiritual, intelektual, karakter, serta keterampilan bela diri dan pelestarian budaya.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba Hari Santri yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya. Para juara dari berbagai kategori, di antaranya pidato, tahfiz, dan kaligrafi, menerima piala serta piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Rejang Lebong, H. Rahman Umar, bersama Ketua Pelaksana, H. Antoni.
Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap potensi, kreativitas, dan prestasi para santri. Berbagai perlombaan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat belajar, memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta mengembangkan kemampuan berdakwah dan berkarya.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Rejang Lebong diharapkan menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus meningkatkan kualitas diri dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Santri diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang kuat dalam ilmu agama dan akhlak, tetapi juga mampu menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, penjaga persatuan, penguat kerukunan, serta penggerak kemandirian bangsa.
Momentum Hari Santri ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan para ulama dan pahlawan perlu dilanjutkan melalui karya nyata, semangat gotong royong, dan kecintaan terhadap tanah air. Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, pesantren diharapkan terus menjadi pusat pendidikan dan pembentukan karakter yang berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Alhamdulillah sukses dan barokah
Alhamdulillah Pelaksanaan Kegiatan Dalam rangka Hari Santri Nasional tahun 2026 berjalan lancar dan sukses…
Sukses, Jaya dan barokah untuk Pondok Al-Fatkhu
Selamat dan sukses untuk pondok pesantren Al Fatkhu dan SMP IT AKBS
SEMOGA TERUS v ISTIQOMAH
Nyantri yo mondok yooo
Nyantri yo mondok yooo
Mondok yoo sekolah yoo
Mondok yoo sekolah yoo