Jakarta (27/5) — Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, menegaskan bahwa ibadah kurban merupakan salah satu ritual ibadah tertinggi di bulan Zulhijah yang tidak hanya mencerminkan ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Menurut Dody, semangat berkurban warga LDII pada Idul Adha 2026 tetap tinggi meskipun kondisi ekonomi nasional masih menghadapi berbagai tantangan. Ia menyebut ibadah kurban sebagai teladan pengorbanan, keikhlasan, dan kesyukuran yang diwariskan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS kepada umat Islam.
“Kurban adalah bentuk ketakwaan dan pengorbanan tertinggi kepada Allah SWT. Sebagai umat Islam, ibadah ini selalu dinanti karena menghadirkan keberkahan sekaligus mempererat kepedulian sosial,” ujarnya.
Hingga hari pertama pelaksanaan Idul Adha, Rabu (27/5/2026) pukul 15.28 WIB, warga LDII di seluruh Indonesia tercatat telah menyembelih hampir 18 ribu ekor sapi dan sekitar 17.300 ekor kambing. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah hingga berakhirnya hari-hari tasyrik.

Dody menjelaskan, konsistensi warga LDII dalam berkurban dibangun melalui budaya menabung kurban sejak jauh hari. Menurutnya, sebagian besar warga mulai mempersiapkan dana kurban setahun sebelumnya melalui tabungan yang dihimpun di majelis taklim pada berbagai tingkatan kepengurusan, mulai dari DPW, DPD, hingga PC dan PAC.
“Biasanya setelah Idul Adha selesai, warga langsung mulai menabung untuk kurban tahun berikutnya. Jadi semangat berkurban itu dipersiapkan sejak awal, sehingga meskipun ekonomi tidak menentu, warga tetap bisa berpartisipasi,” katanya.
Selain menumbuhkan semangat berbagi, DPP LDII juga menginstruksikan seluruh jajaran di daerah untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban secara higienis, sesuai syariat, serta memperhatikan kelestarian lingkungan.
Menurut Dody, banyak pengurus LDII di daerah bekerja sama dengan pemerintah daerah dan dinas terkait untuk memberikan pelatihan penyembelihan yang benar, termasuk pemeriksaan kesehatan hewan kurban sebelum disembelih.

“Penyembelihan harus memenuhi syariat sekaligus higienis. Area pemotongan, alat, pengelolaan jeroan, hingga limbahnya harus dijaga agar tidak mencemari lingkungan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari kampanye kurban ramah lingkungan, DPP LDII juga mengimbau penggunaan plastik biodegradable, plastik daur ulang, maupun besek sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai dalam distribusi daging kurban.
Pelaksanaan kurban ramah lingkungan tersebut mendapat apresiasi dari aktris senior Ida Royani dan aktor Ben Kasyafani yang turut terlibat dalam pembagian daging kurban kepada masyarakat.
Ida Royani mengaku senang dapat kembali terlibat dalam kegiatan sosial bersama warga LDII. Menurutnya, Idul Adha bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga momentum mempererat hubungan sosial dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.
“Alhamdulillah, capek tapi menyenangkan karena bisa bersosialisasi langsung dengan masyarakat. Selain menjalankan ibadah, kita juga bisa berbagi kebahagiaan melalui daging kurban,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah LDII yang mulai menggunakan kemasan ramah lingkungan seperti besek dan kantong daur ulang dalam distribusi daging kurban. Menurutnya, kebiasaan tersebut patut dicontoh secara lebih luas oleh masyarakat.
Sementara itu, Ben Kasyafani menilai Idul Adha selalu menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat. Ia melihat kebahagiaan tidak hanya dirasakan penerima daging kurban, tetapi juga seluruh panitia dan masyarakat yang terlibat dalam proses penyembelihan hingga distribusi.
“Semua yang terlibat terlihat bahagia, mulai dari proses penyembelihan, memasak, sampai membersihkan lokasi. Idul Adha menghadirkan kebersamaan dan silaturahim yang sangat kuat,” kata Ben.
Ia juga menyoroti besarnya dampak ekonomi dari ekosistem kurban yang melibatkan peternak, distribusi hewan, hingga masyarakat penerima manfaat. Menurutnya, ibadah kurban tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi umat.
“Ekosistem kurban ini luar biasa karena melibatkan banyak pihak, mulai dari peternak, distribusi, sampai pengolahan. Harapannya setiap tahun manfaatnya semakin besar dan semakin luas dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Peningkatan pelaksanaan ibadah kurban setiap tahun dinilai mampu memperkuat solidaritas sosial, membantu pemenuhan gizi masyarakat melalui distribusi daging kurban, sekaligus menggerakkan roda ekonomi umat mulai dari peternak, pedagang hewan, distribusi, hingga pelaku usaha kecil di berbagai daerah.