Bengkulu – Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan keluarga, Hj. Mardliyataini HS, SST, SKM, M.K.M, selaku Penjabat Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bengkulu, menyampaikan pentingnya Peningkatan Kualitas Diri untuk Mandiri dan Harmonis. Materi tersebut dipaparkan dalam acara yang diselenggarakan oleh LDII pada Agustus 2025.
Menurut Mardliyataini, fungsi utama ketahanan keluarga adalah membentuk keluarga tangguh yang mampu menghadirkan kebahagiaan. “Ketahanan keluarga tidak hanya dipengaruhi faktor fisik, tetapi juga mental, ekonomi, hingga sosial budaya,” jelasnya.
Ia menambahkan, upaya peningkatan ketahanan keluarga dapat dilakukan melalui edukasi pranikah, bimbingan perkawinan, hingga penanganan stunting dengan target penurunan hingga 18 persen di tahun 2025. Dukungan pemerintah melalui Kemenko PMK dan Kemenag juga sangat diperlukan dalam mewujudkan program tersebut.
Lebih lanjut, ia memaparkan enam faktor penting ketahanan keluarga, yakni legalitas dan struktur keluarga, kesehatan fisik, kondisi ekonomi, psikologi, sosial budaya, serta kemitraan gender. “Keluarga yang sehat adalah keluarga yang mampu mengelola keuangan dengan transparan, bebas dari kekerasan, berpartisipasi dalam lingkungan sosial, serta saling mendukung dalam pengasuhan anak,” ungkapnya.
Ia juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak terburu-buru menikah di bawah usia 20 tahun, karena berisiko tinggi terhadap kesehatan, psikologi, dan kestabilan ekonomi keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga berbagi tips membangun keharmonisan keluarga, di antaranya menjaga prinsip SAMAWA (Sakinah, Mawaddah, Warahmah), menjalin komunikasi efektif, saling menghargai, menjaga keintiman, mengutamakan nilai agama, serta menerima kelebihan dan kekurangan pasangan.
“Ketahanan keluarga yang kuat akan menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, harmonis, dan sejahtera,” tutupnya.