Bengkulu (21/12) — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) sebagai langkah strategis memperkuat konsolidasi organisasi serta menyamakan persepsi dan arah kebijakan dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Rakorwil yang berlangsung di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Al Huda, Bengkulu, Minggu (21/12/2025), diikuti jajaran pengurus DPW serta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini juga menjadi forum penyusunan program kerja tahunan DPW LDII Bengkulu untuk tahun 2026.

Ketua DPW LDII Bengkulu, H. Meri Sasdi, menegaskan bahwa Rakorwil memiliki peran penting dalam memperkuat koordinasi internal sekaligus menyerap aspirasi dari DPD di daerah.
“Rakorwil ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan menyerap masukan dari DPD se-Provinsi Bengkulu dalam rangka menyukseskan program nasional LDII serta mendukung program Pemerintah Provinsi Bengkulu, khususnya Bantu Rakyat,” ujar Meri Sasdi.
Ia menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak semata diukur dari kelengkapan dokumen perencanaan, tetapi dari implementasi nyata program yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa program kerja tidak hanya tertulis dalam dokumen, tetapi benar-benar terlaksana di lapangan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi antar-DPD menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program di tingkat provinsi, mengingat DPD memiliki peran strategis sebagai basis utama (grass root) organisasi.
Sekretaris DPW LDII Bengkulu, Erik Rahman Hidayat, menambahkan pentingnya membangun sinergi berkelanjutan antara LDII dan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, guna memperkuat kontribusi LDII dalam pembangunan daerah dan menjaga keharmonisan sosial.

Rakorwil juga diisi dengan sesi penyampaian usulan dari masing-masing DPD. Ketua DPD LDII Kabupaten Rejang Lebong, H. Antoni, menyampaikan capaian program kerja tahun 2025 sekaligus mengusulkan agar Rakorwil dilaksanakan minimal dua kali dalam setahun. Ia juga mendorong regenerasi kepengurusan dengan melibatkan generasi muda agar organisasi lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Bengkulu, H. Mijo, mengusulkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan kepengurusan dan pelatihan jurnalistik bagi kader LDII.
Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 10 DPD LDII kabupaten/kota di Bengkulu telah melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) dan pengukuhan kepengurusan. Kondisi ini menjadikan Rakorwil sebagai momentum penting untuk memperkuat koordinasi antardaerah dan dengan pemerintah setempat.
Wakil Ketua DPW LDII Bengkulu, Aprizal, menilai kinerja DPD LDII se-Bengkulu secara umum berjalan baik. Hal tersebut tercermin dari pelaksanaan Musda yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ia juga mendorong agar seluruh usulan DPD dipetakan berdasarkan delapan klaster pengabdian LDII sebagai dasar penyusunan program kerja DPW tahun 2026.
Dalam Rakorwil tersebut, Wakil Ketua DPW LDII Bengkulu sekaligus Ketua Pondok Pesantren Al Huda, Suwardi, menekankan pentingnya pembinaan karakter generasi muda berbasis nilai keislaman, akhlak mulia, dan wawasan kebangsaan. Menurutnya, pendidikan menjadi pilar utama dalam menyiapkan generasi yang unggul secara akademik sekaligus berintegritas dan berdaya saing.
Pembinaan tersebut dilakukan secara terintegrasi melalui jalur pendidikan formal dan nonformal, antara lain melalui SMA Budi Utomo Bengkulu, SMP IT Al Fathu, Pondok Pesantren Al Huda, dan Pondok Pesantren Al Fathu.
Sebagai tindak lanjut Rakorwil, DPW LDII Bengkulu juga merencanakan pelatihan jurnalistik dasar pada awal tahun mendatang untuk menyiapkan kader yang kompeten dalam penulisan berita dan peliputan kegiatan organisasi.
Pada sesi penutupan, Dewan Penasihat DPW LDII Bengkulu, KH. Sajiman, menegaskan bahwa LDII sejak awal berdiri menjadikan Pancasila sebagai asas organisasi.
“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga perekat bangsa yang menumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati,” ujarnya.
Menurutnya, LDII memiliki modal kuat dalam memadukan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Luar biasa semoga bermanfaat dan barokah
Alhamdulillah kontribusi dan legitimasi masyarakat semakin kuat dan nyata, ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Dalam upaya memperkuat sinergitas antar biro atau antar bidang, efisiensi serta efektivitas, perlu diwujudkan prinsip kolaboratif. Semoga barokah.