Bengkulu – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Bengkulu kembali menunjukkan kontribusinya dalam kegiatan keagamaan nasional dengan berpartisipasi aktif dalam pengamatan hilal awal Ramadan 1447 Hijriah bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Bengkulu.

Pengamatan hilal yang dilaksanakan di Pantai Pasir Putih Kota Bengkulu sejak pukul 16.00 WIB tersebut melibatkan Tim Hilal DPW LDII Bengkulu bersama Kanwil Kemenag, akademisi dari IAIN Curup, serta pihak BMKG. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperoleh data astronomi yang akurat sebagai bahan penetapan awal bulan suci Ramadan.
Koordinator Tim Hilal DPW LDII Bengkulu, Erik Rahman Hidayat, menjelaskan bahwa hingga akhir pemantauan, hilal awal Ramadan belum berhasil terlihat.
“Hingga kini hilal belum terlihat karena kondisi cuaca yang menghalangi serta posisi hilal yang belum memenuhi syarat visibilitas. Namun demikian, kita tetap menunggu keputusan resmi melalui sidang isbat Menteri Agama,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pengamatan, posisi hilal tercatat berada pada ketinggian di bawah kriteria rukyat, yakni sekitar -0,972 derajat dengan elongasi 1,38 derajat, sehingga secara astronomis belum memungkinkan untuk diamati dari wilayah Bengkulu. Tim pengamatan menggunakan teleskop astronomi untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai kaidah ilmiah dan prosedur yang berlaku.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Saefudin, turut menjelaskan bahwa posisi hilal saat pengamatan memang masih berada di bawah batas kriteria visibilitas. Oleh karena itu, hasil pengamatan dari Bengkulu akan dilaporkan ke Kementerian Agama RI sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan 1447 H.
Partisipasi DPW LDII Provinsi Bengkulu dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen organisasi dalam mendukung proses penentuan kalender hijriah secara ilmiah, akurat, dan penuh tanggung jawab. Selain itu, keterlibatan aktif LDII menunjukkan sinergi positif antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan lembaga ilmiah dalam menjaga persatuan umat.
Pelaksanaan pemantauan berlangsung dengan tertib, khidmat, serta penuh semangat kebersamaan. Melalui koordinasi yang baik antar seluruh pihak, diharapkan penetapan awal Ramadan tahun ini dapat diterima dengan penuh kekhusyukan dan semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah di Provinsi Bengkulu.
Semoga bermanfaat dan barokah