benner website dpw ldii
Gambar WhatsApp 2025 03 08 Pukul 00.43.11 Cdbf18db

LDII Dukung Gus Irfan Pimpin Kementerian Haji dan Umrah, Dorong Transformasi Layanan Jamaah

Jakarta, 10 September 2025 – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menyatakan dukungan penuh atas penunjukan KH Irfan Yusuf atau Gus Irfan sebagai Menteri Haji dan Umrah, serta Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia.

Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menilai kehadiran Gus Irfan akan membawa energi baru dalam tata kelola haji Indonesia. Menurutnya, sosok Gus Irfan dikenal berintegritas, berpengalaman di dunia pesantren, serta memiliki kepedulian besar terhadap jamaah.

“LDII mengapresiasi penunjukan Gus Irfan sebagai Menteri Haji dan Umrah. Beliau dikenal memiliki rekam jejak yang baik dalam dunia pesantren, sekaligus berkomitmen tinggi terhadap pelayanan umat. Selain itu Wamen Haji dan Umroh Dahnil Anzar Simanjuntak juga sosok yang mumpuni dalam perubahan tata kelola haji nasional. Kami yakin beliau bisa menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang transparan, efisien, dan penuh kebarokahan,” ujar KH Chriswanto Santoso dalam keterangan persnya, Selasa (10/9).

LDII berharap ke depan pelayanan haji semakin berorientasi pada kualitas, transparansi, dan kepuasan jamaah. “Haji adalah ibadah akbar umat Islam. Penyelenggaraannya harus menghadirkan ketenangan, kenyamanan, serta pengalaman spiritual yang mendalam. Kami percaya Gus Irfan dan Bang Dahnil mampu mewujudkan itu. Kami menitipkan harapan besar pada jajaran Kementerian Haji dan Umroh RI ini,” tegas Chriswanto.

Menurutnya, pelayanan jamaah haji harus ditempatkan sebagai prioritas utama. “Haji bukan hanya perjalanan ibadah, tapi juga perjalanan spiritual yang menjadi kenangan seumur hidup. Karena itu, negara harus menjamin keselamatan, kenyamanan, kesehatan, serta kepuasan jamaah dalam setiap tahap pelaksanaan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, LDII juga menyampaikan 10 poin usulan pembenahan layanan, di antaranya pelayanan tanpa diskriminasi, transparansi dana, efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas, serta peningkatan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan jamaah. Selain itu, pengalaman spiritual jamaah juga menjadi fokus agar mereka dapat pulang dengan predikat haji mabrur.

“LDII berharap pemerintah terus meningkatkan inovasi layanan, mulai dari sistem digitalisasi, edukasi manasik, hingga penguatan tenaga pendamping di lapangan. Dengan begitu, jamaah haji Indonesia bisa lebih fokus dalam beribadah. Salah satu yang paling penting adalah memperpendek antrean haji,” kata KH Chriswanto.

LDII menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam memperkuat program keagamaan, khususnya di bidang haji dan umrah. Dukungan tersebut diharapkan mampu menghadirkan transformasi layanan haji yang lebih baik bagi seluruh umat Islam di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *