Bengkulu Tengah (6/12) — Ketua DPD LDII Kabupaten Bengkulu Tengah menghadiri undangan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bengkulu Tengah dalam kegiatan dialog bertema “Moderasi Mewujudkan Kerukunan dan Kenyamanan Umat Beragama”. Kegiatan tersebut digelar di Aula Riung Gunung, Desa Nakau, Kabupaten Bengkulu Tengah, Sabtu (6/12).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah dan tokoh lintas agama, yakni Dr. H. Juni Muslimin, M.Hi (Kabag Keagamaan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu), H. Mikratul Aswad, M.Hi (Plt. Kepala Kemenag Kabupaten Bengkulu Tengah), Andi Enjantara, M.Si (Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bengkulu Tengah), serta Drs. H. M. Wasik Salik selaku Ketua FKUB Kabupaten Bengkulu Tengah.

Para pemateri menyampaikan bahwa moderasi beragama bukanlah upaya memodernkan agama, karena agama pada hakikatnya sudah jelas dan sempurna. Moderasi beragama dimaknai sebagai cara dan praktik dalam kehidupan beragama yang mengedepankan nilai keadilan, keseimbangan, saling menghormati, serta toleransi antarumat beragama, dengan menghindari sikap ekstrem, radikal, dan kekerasan, serta tidak memaksakan keyakinan kepada pihak lain.
Tujuan moderasi beragama adalah untuk mewujudkan keselamatan, ketenangan, dan kenyamanan dalam menjalankan kehidupan beragama, sehingga agama benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin).
Dalam kesempatan tersebut, para pemateri juga menekankan pentingnya peran tokoh dan pemimpin agama sebagai panutan dan teladan di tengah masyarakat, sekaligus menjadi penyejuk suasana, terlebih menjelang momentum perayaan Natal yang membutuhkan suasana aman, damai, dan harmonis.
Sebagai langkah implementasi moderasi beragama, disampaikan pula konsep Panca Cinta, yakni cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta kepada diri sendiri dan sesama meskipun berbeda keyakinan dan agama, cinta terhadap lingkungan agar terhindar dari bencana, cinta terhadap ilmu pengetahuan, serta cinta kepada bangsa dan negara.
Ketua DPD LDII Kabupaten Bengkulu Tengah menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap dialog moderasi beragama seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa LDII berkomitmen untuk terus berperan aktif menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta mendukung terciptanya kehidupan beragama yang damai dan harmonis di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan keagamaan menjadi kunci utama dalam merawat persatuan dan menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat.
