benner website dpw ldii
WhatsApp Image 2025 05 25 At 08.51.34 2a0256c2

Ponpes Wali Barokah dan DPP LDII Sinergi Ciptakan Lingkungan Pendidikan Aman dan Nyaman Lewat Pelatihan Pencegahan Kekerasan

Kediri (25/5) – Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan, Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menyelenggarakan Pelatihan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kediri, Sabtu (24/5).

Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen LDII dalam mendukung kebijakan nasional untuk mencegah segala bentuk kekerasan di satuan pendidikan, baik di sekolah maupun pesantren. Acara dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh pendidik, pengelola lembaga pendidikan, serta pengurus pesantren dari 290 lembaga pendidikan di bawah naungan LDII dari seluruh Indonesia.

WhatsApp Image 2025 05 25 At 07.59.19 84e904f8 1 1024x620

Ketua DPP LDII, Rubiyo, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya memastikan bahwa setiap satuan pendidikan menjadi tempat yang aman secara fisik dan psikologis bagi peserta didik. “LDII terus berupaya menghadirkan suasana belajar yang mendukung pertumbuhan karakter dan kecerdasan anak-anak melalui penerapan 29 karakter luhur,” ujar Rubiyo yang juga peneliti di BRIN.

Rubiyo menjelaskan bahwa pelatihan ini selaras dengan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Satuan Pendidikan. “Setiap lembaga pendidikan, dari PAUD hingga SMA, wajib membentuk TPPK. Karena itu, pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem perlindungan yang menyeluruh bagi peserta didik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikbudristek, Rusprita Putri Utami, mengapresiasi inisiatif LDII. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan pendidikan yang ramah anak dan bebas kekerasan. “Kekerasan di satuan pendidikan masih menjadi tantangan serius. Karenanya, peran aktif semua pihak dalam pembentukan Satgas dan TPPK sangat diperlukan,” ungkapnya.

Rusprita juga menjelaskan tiga pilar penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ideal, yaitu: aman, bebas dari kekerasan dan risiko bencana; nyaman, dengan suasana belajar yang mendukung perkembangan siswa secara utuh; dan menyenangkan, yang memberi ruang ekspresi serta pengembangan minat dan bakat siswa.

Dalam sesi lainnya, Dokter Spesialis Kejiwaan dari RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya, dr. Riko Lazuardi, menegaskan bahwa dampak kekerasan terhadap anak bisa berlangsung jangka panjang. Ia menyampaikan pentingnya kesigapan sekolah dalam menangani kasus kekerasan dengan pendekatan empatik dan terukur. “Kita harus mendengarkan dengan hati, memberi rasa aman, serta membangun SOP yang jelas dalam setiap langkah penanganan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa generasi muda saat ini semakin terbuka terhadap isu kesehatan mental. Oleh karena itu, lembaga pendidikan tidak perlu ragu untuk melibatkan tenaga profesional saat menangani kasus-kasus yang membutuhkan pendampingan lanjutan. “Keberanian siswa untuk melapor adalah langkah awal penting yang harus disambut dengan empati, bukan diabaikan,” tuturnya.

Ketua Ponpes Wali Barokah Kediri, KH Sunarto, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya pendidikan karakter dan nilai luhur sebagai bagian dari pendidikan Islami yang menyeluruh. “Pesantren juga harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan suasana yang harmonis, mendidik, dan penuh kasih sayang,” ujarnya.

Pelatihan ini turut dihadiri oleh Kepala UPT TIKP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Mustakim, Ketua Departemen Pengabdian Masyarakat DPP LDII H. Muslim Tadjuddin Chalid, dan Ketua DPW LDII Jawa Timur H. Amrozi Konawi. Kehadiran para tokoh ini menjadi bukti nyata dukungan berbagai pihak dalam membangun generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan terhindar dari kekerasan.

Melalui pelatihan ini, LDII berharap seluruh lembaga pendidikan dapat semakin siap mewujudkan lingkungan belajar yang penuh kasih, aman, dan berorientasi pada masa depan anak-anak bangsa. (Rls/DPP LDII)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *