benner website dpw ldii
Gambar WhatsApp 2025 11 22 Pukul 10.00.46 21c9a451

Perkuat Karakter dan Mental Siswa, SMA Budi Utomo Bengkulu Latih Guru Pendidikan Penguatan Mental & Psikologis Peserta Didik

Bengkulu — Menjawab tantangan dunia pendidikan modern yang tengah menghadapi maraknya kasus perundungan (bullying) di sekolah-sekolah di Indonesia, SMA Budi Utomo Kota Bengkulu, yang berada di bawah naungan LDII, menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) 2025 dengan tema Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penguatan Mental dan Psikologis Peserta Didik. Pelatihan ini digelar pada Sabtu, 22 November 2025 di Aula SMA Budi Utomo dan diikuti oleh 22 pendidik serta tenaga kependidikan.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber seorang Psikolog dan Konsultan Pendidikan, Dra. Anni Suparti, M.S., Psikolog, yang menekankan bahwa sekolah memiliki fungsi lebih dari sekadar tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang aman bagi peserta didik.

“Keberagaman adalah kekuatan. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap anak, tanpa diskriminasi dan tanpa intimidasi,” tegas Anni.

Dalam pemaparannya, Anni juga menyoroti meningkatnya isu bullying yang saat ini kerap viral di media sosial, mulai dari kekerasan verbal hingga fisik di berbagai sekolah di Indonesia. Mengacu pada data Kemendikbud tahun 2024, disebutkan bahwa 1 dari 10 anak di Indonesia mengalami diskriminasi di sekolah, sehingga pendidik harus memiliki kemampuan khusus dalam penguatan karakter dan psikologis murid.

“Guru perlu menjadi fasilitator yang adaptif dan mediator konflik. Setiap murid memiliki kapasitas berbeda-beda, dan kita wajib membangun lingkungan belajar yang sehat,” jelasnya.

Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pelatihan mengenai pembelajaran diferensiasi, yaitu pendekatan yang menyesuaikan materi, metode, hingga penilaian berdasarkan kebutuhan tiap siswa. Implementasi diferensiasi dapat diterapkan melalui:

  • Penggunaan media visual, audio, dan kinestetik.

  • Variasi metode penyampaian materi.

  • Penyesuaian waktu serta format ujian secara fleksibel sesuai kebutuhan siswa.

Pelatihan ini juga menekankan perlunya kolaborasi holistik antara guru, orang tua, dan siswa untuk menciptakan pendidikan yang berkarakter.

Kepala SMA Budi Utomo Bengkulu, Muhammad Yasir, S.Pd, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen sekolah dalam membentuk pendidikan yang kompeten serta berakhlak mulia.

“Tujuan IHT ini adalah membentuk pendidikan yang sehat, berkualitas, dan berkarakter luhur. Guru harus berkhidmat, bertanggung jawab secara profesional, dan berkomitmen penuh terhadap kesuksesan setiap siswa,” ujarnya.

Yasir juga menyampaikan bahwa SMA Budi Utomo ingin menunjukkan bahwa generasi penerus (generus) LDII memiliki potensi besar untuk menjadi sumber daya unggul bangsa: kreatif, inovatif, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dengan terselenggaranya IHT ini, SMA Budi Utomo berharap para pendidik semakin siap menghadapi tantangan pendidikan modern, terutama dalam menciptakan sekolah yang bebas perundungan, serta menjadi ruang aman dan inklusif bagi seluruh peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *