benner website dpw ldii
WhatsApp Image 2025 12 22 At 15.54.31

Rakorwil 2025, LDII Bengkulu Perkuat Pembinaan Generasi Muda Berbasis Pendidikan dan 29 Karakter Luhur

Bengkulu (21/12) — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembinaan generasi muda berbasis pendidikan yang terintegrasi dengan penguatan 29 Karakter Luhur LDII. Penegasan tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) LDII Bengkulu tahun 2025.

Pembinaan generasi muda dipandang sebagai investasi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, berdisiplin, berwawasan kebangsaan, dan memiliki kepedulian sosial.

WhatsApp Image 2025 12 22 At 15.35.57 1024x771

Wakil Ketua DPW LDII Bengkulu yang juga Ketua Pondok Pesantren Al Huda, Suwardi, menyampaikan bahwa pendidikan menjadi pilar utama dalam membentuk karakter generasi muda LDII. Menurutnya, pembinaan dilakukan secara terintegrasi melalui jalur pendidikan formal dan nonformal.

“Pembinaan generasi muda LDII diarahkan untuk membentuk pribadi yang religius, berilmu, dan berkarakter kuat melalui pendidikan yang berkesinambungan,” ujar Suwardi.

Ia menjelaskan, pendidikan formal yang berada di bawah naungan DPW LDII Bengkulu meliputi SMA Budi Utomo Bengkulu dan SMP IT Al Fathu, sementara pendidikan nonformal dilaksanakan melalui Pondok Pesantren Al Huda Bengkulu dan Pondok Pesantren Al Fathu. Sinergi antara sekolah dan pesantren tersebut dinilai efektif dalam menginternalisasikan nilai keislaman dan kebangsaan kepada peserta didik.

WhatsApp Image 2025 12 22 At 15.36.08 1024x771

Lebih lanjut, Suwardi menekankan bahwa seluruh proses pembinaan diarahkan pada implementasi 29 Karakter Luhur LDII, yang mencakup nilai religiusitas, kejujuran, amanah, kerja keras, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, nasionalisme, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Nilai-nilai dalam 29 Karakter Luhur LDII menjadi fondasi utama pembinaan, sehingga peserta didik tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan sosial,” ujarnya.

Melalui pola pembinaan berbasis pendidikan dan karakter tersebut, DPW LDII Bengkulu berharap dapat mencetak generasi muda yang berdaya saing, berintegritas, serta siap berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa dan negara.

Ke depan, LDII Bengkulu juga mendorong penguatan kolaborasi antara lembaga pendidikan, orang tua, masyarakat, dan pemerintah daerah agar pembinaan generasi muda berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *